Permainan ofensif dengan umpan-umpan silang bakal menjadi senjata ampuh Timnas Indonesia saat meladeni perlawanan Filipina pada leg pertama babak semifinal Piala AFF 2010. Tugas berat pun bakal diemban Oktovianus Maniani untuk memberikan umpan matang dan menggebrak barisan belakang lawan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Kamis (16/12) malam.
Dari tiga laga yang sudah dilakoni di SUGBK, kedua lini sayap Indonesia yang dimotori Okto, sapaan Oktovianus di sebelah kiri dan Arif Suyono di sebelah kanan, terbukti telah menjadi senjata mematikan Tim Merah-Putih untuk tim lawan. Kemampuan Okto sebagai pemain yang memiliki tinggi sekitar 160 sentimeter, jelas tidak bisa dipandang sebelah mata.
Setidaknya Ia sudah bisa membuktikkan hal itu dengan membantu Indonesia saat mengalahkan Malaysia (5-1), Laos (6-0), dan Thailand (2-1) pada babak penyisihan grup. Tak hanya memberikan umpan matang, Okto juga mampu merobek jala lawan dengan kemampuan individu yang mumpuni dan semangat tak kenal lelah.
Namun jelas, Indonesia harus ingat bahwa Filipina bukan lawan yang mudah seperti saat mengalahkan Malaysia dan Laos. Terlebih dalam tiga laga terakhir, sembilan dari sebelas pemain yang menjadi starter adalah pemain naturalisasi yang merupakan para pemain junior jebolan sejumlah klub di Eropa. Artinya, kekuatan Filipina saat ini tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.
Filipina bahkan pernah membuat Vietnam menjadi korbannya saat sanggup melibas tuan rumah Grup B itu dengan skor 2-0, 5 Desember lalu. Ini jelas akan menjadi tugas berat Okto dan Arif untuk menutup laju serangan dari sektor sayap saat menghadapi Filipina yang sudah dipastikan unggul dalam hal postur tubuh para pemainnya.
Pemain kelahiran Jayapura, Papua, 27 Oktober 1990 ini mulai menyita perhatian publik sejak memperkuat timnas usia 17. Di umur 20 tahun, pemain yang mengidolakan Cristiano Ronaldo dan Elie Aiboy, kabarnya bahkan sudah diminati sejumlah klub di luar Indonesia, termasuk klub-klub dari benua Eropa.
Meski berkeinginan kuat bisa merumput di Eropa, tapi Okto mengakui tak pernah terlintas dibenaknya akan mencapai kesuksesan seperti saat ini. “Sebenarnya, saya tidak menyangka karir sepakbola saya melesat begitu cepat di usia masih 20 tahun. Maklum saja, dua tahun lalu, saya hanya sebatas Tim PON Papua,” kata pemain yang juga menjadi andalan Sriwijaya FC itu.
Keluarga Okto di Papua tentu berharap Okto tampil gemilang menjebol gawang Filipina. Hal itu untuk mengharumkan nama pasukan Garuda di santero dunia. Atas kesuksesannya di lapangan hijau, Okto juga sudah membantu perekonomian keluarganya di Papua. Bahkan rumahnya sudah diperbaiki dan bertingkat.
**Poskota
Senin, 13 Desember 2010
07.32
BOMBER official website




0 komentar:
Posting Komentar