Kehadiran M. Kusnaeni di lapangan Sesko AU pada latihan klub yang konon akan bernama Bandung FC sedikit membuka informasi tentang klub wakil kota Bandung di Liga Primer Indonesia yang rencananya akan bergulir pada bulan Januari tahun depan tersebut. M. Kusnaeni atau yang lebih sering disapa dengan sebutan Bung Kus ini berhasil diwawancarai wartawan untuk dimintai konfirmasi tentang klub baru ini. Berikut panjang lebarnya.

Bung Kusnaeni dengan baju berlogokan Persib Bandung. (foto: http://bungkusnaeni.blogspot.com/ )
T: Bagaimana awal terbentuknya tim ini?
J: Tim ini kita bangun sebagai bagian dari upaya untuk melengkapi struktur sepakbola yang ada di kota Bandung. Jadi kalau di LSI ada Persib, di divisi utama ada Persikab, di futsal ada FKB, nah kenapa di LPI tidak ada? Makanya saya bersama beberapa teman berinisiatif untuk mengusulkan agar Bandung punya klub di LPI. Jadi bisa dibilang saya sebagai salah satu penggagas.
Karena saya pikir Bandung itu salah satu kutub dari sepakbola Indonesia. Tidak boleh ketinggalan. Harus ada.
Sebelumnya kesempatan sudah diberikan kepada beberapa klub yang sudah lebih dulu ada di kota Bandung. Tapi klub-klub tersebut tidak ada yang bersedia. Maka jadilah sekarang tim yang sedang disiapkan ini.
Soal nama, sampai saat ini kita belum menentukannya. Jika selama ini beredar nama Maung Bandung Raya atau Bandung FC, itu sifatnya masih tentatif. Secara resmi, tim ini baru akan di launching pada tanggal 8 Desember depan. Sehingga baru pada tanggal itu nanti akan diketahui nama klubnya apa, pelatihnya siapa, dan sebagainya.
Jadi status saya sekarang adalah yang memprakarsai pembentukan tim. Sebagai salah satu pemrakarsa, sementara adalah tanggung jawab saya untuk memantau latihan, memastikan apakah ada cukup makanan untuk pemain.Mengapa harus ada tim Bandung FC? Filosofisnya adalah ada banyak sekali pemain berbakat di Bandung, namun mereka tidak mendapatkan banyak kesempatan. Saya tidak membandingkan dengan tim yang ada, namun saya menyayangkannya. Nah kalo ada tempat, dan sekarang ada LPI, kenapa tidak diberikan wadah untuk mereka.
Maka prioritas utama saya ketika menggagas tim ini adalah pelatihnya harus dari Bandung. Asistennya dan staff-staff nya semua harus dari Bandung. Bandung ini pengertiannya bukan hanya kodya Bandung, namun juga cimahi, padalarang, intinya keseluruhan kota Bandung ditambah kota-kota lain di Jawa Barat.
Makanya dalam seleksi juga saya memprioritaskan mengajak pemain-pemain dari sekitar Bandung jan Jawa Barat. Jadi bisa dibilang ini sebuah tim yang digagas untuk memberi wadah bagi potensi-potensi dari pemain dan pelatih yang selama ini kurang mendapat tempat.
Sejauh ini pemain yang sudah konfirmasi bergabung adalah, Yaris Riyadi, tadi kan ada. Deden Hermawan, Asep Gunawan, dia adalah pemain yang cukup potensial menurut saya namun kurang mendapatkan kesempatan di Bandung dan terpaksa merantau terus. Lalu ada Egi Nirwan, ia juga selalu merantau. Para pemain ini ditambah pemain-pemain yang saya harapkan dapat membimbing pemain muda. Maka kita merekrut pemain berpengalaman. Yang sudah konfirmasi ada Nuralim, ia juga pernah punya sejarah dengan kota Bandung sebagai mantan pemain Bandung Raya, sama Kurnia Sandi. Kerangka timnya kurang lebih akan seperti itu.
T: Tidak khawatir jika nantinya di cap terlalu primordial?
J: Mengapa tidak? Kesempatan untuk memberi kesempatan mereka juga merupakan hak kami dan hak mereka.
Kelemahannya saat ini kita tidak punya cukup banyak pelatih dari Bandung yang berkiprah di luar Bandung. Sehingga kesempatan pemain dari Bandung pun jadi terbatas.
Kalau pelatih asal Jatim dan Jateng ini ada dimana-mana. Sehingga pemainnya juga ada dimana-mana. Nah sekarang harusnya pelatih dari Jabar juga harus ada dimana-mana. Mereka tidak pernah menonjol karena di Bandung sendiri tidak dipercaya.
Itulah sebabnya untuk posisi asisten pelatih, saya menunjuk pelatih yang masih muda, Budiman Yunus. Budiman itu potensinya besar. Sebagai pemain, ia adalah kapten bagi banyak klub, termasuk Persija dan Persib.
Pemain yang sekarang pelatih seperti ini masa tidak diberi kesempatan? Kalau Budiman tidak pernah menangani tim, bagaimana orang tahu ia punya kemampuan?
T: Dengan bergabungnya Nandar, Budiman, Agus Ata, Nuralim, sepertinya ada memori Bandung Raya di tim ini?
J: Tidak. Ini tim baru. Memang ada aroma seperti itu, tapi tidak ada hubungannya sama sekali dengan klub Bandung Raya. Ini tim yang berbeda.
Bahwa saya dengan penggagas yang lain menunjuk kang Nandar Iskandar itu karena latar belakang yang dapat diterima oleh Masyarakat Bandung dan sekitarnya.
Ada 3 orang pelatih yang didekati saat itu. Semua dari Bandung. Dan pada akhirnya semua sepakat memilih kang Nandar.
T: Dengan kualitas pemain seleksi seperti ini, apakah masyarakat Bandung mendapatkan alternatif tontonan yang sepadan?J: Jadi ada sebuah gagasan, tapi kita harus tetap berpijak pada realitas. Tim ini dibentuk pada saat kompetisi sudah berjalan. Yang penting sekarang kan memberi kesempatan pada mereka. Kalau tidak diberi kesempatan mana bisa mereka melihat kemampuan mereka sendiri?
Jika sudah diberi kesempatan setidaknya mereka bisa mengukur sampai sejauh mana kemampuan mereka. Maka seperti kata saya tadi, selain dari seleksi kita juga akan mengambil pemain-pemain incaran lainnya. Termasuk pemain asing nantinya. Bahkan sangat mungkin ada pemain asal Belanda.
Jadi memang pada dasarnya tetap akan ada kombinasi. Memang tidak akan bisa hanya berharap pada sekelompok pemain lokal dengan kualitas pemain seperti apapun. Kita mau profresional tapi masa seperti itu. Tidak mungkin.
T: Untuk pemain asing yang besok akan bertanding di laga amal LPI, apakah Bandung FC juga akan mengambilnya?
J: Beberapa orang penggagas akan datang kesana (Surabaya), untuk melihat kemungkinan tersebut. Jika ada yang bagus, kita akan mencoba untuk mengajak bergabung ke Bandung.
T: Siapa sih penyokong dana untuk tim ini? Apakah ada hubungannya dengan konsorsium Persib juga?
J: kalau urusan pemegang saham saya tidak ikut campur. Saya hanya orang yang fokus untuk pembentukan tim. Yang jelas, tim ini dibangun dengan format perusahaan yang diniatkan untuk menjadi mandiri. Mandiri itu, walaupun ada nilai investasi, bentuknya adalah sebagai penanam modal, dan harus dikembalikan.
Jadi siapapun investornya, dari manapun mereka berasal, buat kami tidak menjadi persoalan selagi mereka tunduk kepada kepentingan tim. Kepentingan tim ini kan kan membesarkan potensi serpakbola yang ada di kota Bandung dan sekitarnya. Nah, tunduk tidak mereka dengan komitmen tersebut? Kalo tunduk, no problem. Mau dari Jakarta atau Bandung.
Insya Allah ada beberapa pengusaha yang bersimpati terhadap komitmen kami untuk membesarkan sepakbola Bandung.
T: Proses pembentukan tim sampai saat ini sudah sampai pada tahap mana?
J: Kalau berbicara tentang PT nya, kami sedang mendaftarkan secara formal dan sedang di proses. Kermudian kalau dari segi sarana dan prasarana sedang dipersiapkan mes dan kantornya. Kantor kemungkinan di sekitar daerah by pass.
Kalau sejauh mana timnya, sedang dilakukan penyaringan pemain dan negosiasi dengan sejumlah pemain berpengalaman.
T: Kapan masuk Training Center?
J: Jadi nanti rencananya tim seleksi ini akan dibubarkan. Habis itu akan dipanggil beberapa pemain yang lolos dan digabung dengan pemain yang sudah kita kontak.
Insya Allah TC akan dimulai pada tanggal 15 sampai 21 ini. Tmpatnya masih dalam proses perijinan. Lalau tanggal 22 sampai 27 kita sudah ikut turnamen pre season. Turnamen ini diikuti oleh seluruh tim peserta LPI yang dibagi dalam beberapa region. Ada Medan, Makassar, dan Semarang. Tujuannya untuk mengukur diri, kurangnya dimana.
T: Ada tujuan uji coba dengan Persib?
J: Kita harus tahu diri lah. Persib terlalu kuat bagi kita. Menjadwalkan uji coba juga musti bertahap. Saya juga bobotoh, saya juga tahu Persib. Support Persib apapun yang terjadi.
23.15
BOMBER official website




0 komentar:
Posting Komentar