Surat PT KA ini bersifat pemberitahuan yang harus diketahui oleh manajemen PT PBB terkait sering terjadinya kerugian yang harus ditanggung PT KA oleh ulah oknum bobotoh yang selama ini luput dari perhatian manajemen Persib Bandung.
Menurut Kepala Humas PT KA Daop II Bambang S Prayitno, sudah saatnya manajemen Persib tahu dan peduli dengan kerugian yang harus diderita oleh PT KA. "Selama ini ada kesan manajemen Persib tidak peduli dengan ulah para bobotoh yang sering merugikan PT KA. Maka melalui surat yang kami layangkan, kami berharap mereka mau peduli dan membahas hal ini bersama kami," ujar Bambang ketika dihubungi Tribun melalui ponselnya, Minggu (7/11).
Bambang mengatakan, kerugian yang dialami PT KA karena kerusakan yang ditimbulkan ulah oknum bobotoh itu jumlahnya mencapai lebih dari Rp 500 juta. Kerugian itu berupa kerusakan fisik kereta hingga Oktober lalu, tidak termasuk kerugian akibat banyaknya calon penumpang yang membatalkan perjalanan menggunakan kereta setiap ada bobotoh yang naik kereta.
"Yang kasihan kan masyarakat kecil pengguna kereta, yang hanya mampu naik kereta ekonomi dengan jarak jauh. Mereka trauma bahkan takut naik kereta kalau ada bobotoh yang ikut naik," kata Bambang.
Surat pemberitahuan itu dilayangkan PT KA pada Jumat (5/11) dengan tembusan kepada Gubernur, Kapolda, serta termasuk ketua bobotoh. Menurut dia, dengan kondisi seperti ini, sudah sepantasnya manajemen PT PBB mengetahui dan tanggap terhadap ulah para bobotoh nakal itu dan sudah selayaknya turut bertanggung jawab sebab penyelenggaraan pertandingan Persib berada di bawah tanggung jawab panpel dan PT PBB sendiri. (set)
22.54
BOMBER official website




0 komentar:
Posting Komentar